Tiga Puluh Sembilan

1790 Kata

"Gue benci Satheo, gue benci, benci, GUE BENCIIII!!!" Prangg' bersamaan dengan teriakannya di dalam kamar, Alfi melempar sebuah bingkai foto yang terdapat fotonya bersama Satheo. Alfi masih menangis, hatinya seakan terseyat. Entah mengapa ini terasa begitu menyakitkan. "Alfi... kamu kenapa sayang?" suara lembut terdengar dari luar pintu kamar Alfi. Smbil menggedor-gedor pintu kamar Alfi yang sengaja di pintu. "Mamaaa!! Pokoknya besok Alfi mau pindah sekolah, gak mau tau!!" Alfi berteriak dari dalam kamarnya. Rasanya ia mengambil keputusan ini tanpa berpikir, yang ada di pikirannya adalah ia benar-benar tak ingin melihat Satheo. Alfi terlanjur kesal pada Satheo. Kenapa harus Wulan sih yang di kasih tau? Kenapa Satheo sejahat itu gak ngasih tau gue? Kenapa seperih ini sih perasaan gue? Gu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN