Extra

4321 Kata

"Apa-apaan kau? Kenapa mengambil jatah sosisku?" "Kau yang apaan? Jangan serakah jadi orang!" "Kau keterlaluan." "Diam." "Jangan bertengkar." Suara berat itu memecahkan keributan di antara mereka. "Sosis jatahmu sudah tiga. Sudah cukup." "Kenapa memangnya? Itu kesukaanku. Kau keberatan?" Astaga. Rasanya kepala  Akira mau pecah. "Kalian bisa diam tidak? Mama mendengar nanti." "Papa! Bantu aku. Lihat kelakuannya? Kenapa dia pelit sekali?" "Aku tidak pelit. Ini jatahku." Dia mengurut pelipisnya yang berdenyut. Bukan hal yang mengejutkan lagi sebenarnya kalau acara-makan-pagi mereka diwarnai aneka drama dari dua anak berwajah sama, berpostur sama, dan memiliki sifat keras kepala yang sama. Coba tebak, menurun dari siapa sifat tidak terpuji itu? "Sekali lagi kalian bertengkar, Mama a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN