13

6232 Kata

Sebenarnya, dia pergi bukan karena membenci keluarganya sendiri. Bukan karena dia membenci hidupnya di sana, di Tokyo yang dia cintai. Kota kelahirannya. Dia pergi hanya untuk menyembuhkan diri. Untuk bernapas dan bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Osaka adalah tempat terakhir yang bisa Alana pikirkan selain Kyoto. Dia mungkin tidak sanggup berjauhan dari kedua orang tuanya dalam waktu yang tidak ditentukan, hanya saja dia harus. Meninggalkan seluruh yang dia miliki di Tokyo hanya untuk melupakan kenangan pahit itu. Setidaknya, Alana bisa sedikit lebih tegar dan mandiri jika dia pergi tanpa bicara apa pun pada orang tuanya. Dia menulis surat di dalam kamarnya. Meninggalkan beberapa pesan agar orang tuanya tidak khawatir dan berusaha mencari kemana dirinya pergi. Karena Alana aka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN