14

6355 Kata

Alana menatap makanan yang tertata di atas meja dengan pandangan lain, tampak tak berselera. Dia memandang Akira yang sibuk di dapur, entah melakukan apa di dapurnya yang semula bersih dan rapi, terawat dan tertata pada tempatnya, sekarang terlihat seperti laboratorium percobaan ilimah. Noda dimana-mana, menempel di dinding, dan alat-alat masak yang menumpuk di wastafel, Alana menghela napas. "Akira," dia memanggil kekasihnya dan Akira menoleh, meninggalkan sebentar cucian piring yang menumpuk. "Ya?" "Tinggalkan saja, nanti kubersihkan," dia menggeleng pelan, menunjuk kursi kosong di depannya dan Akira mengulum senyum bersalah. Dia melepas celemek merah muda bergambar beruang milik Alana dan melipatnya, menaruh ke dalam laci seperti sedia kala. Kini Akira duduk di depannya. Menatap lapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN