15

6627 Kata

 Kirei menggeram menatap Ara yang berlutut berderai air mata di hadapannya. Dia tidak berdaya. Tidak lagi bisa mencari celah untuk mendapat perhatian  Akira lagi. Karena pria itu selepasnya tidak mau lagi berpaling dari Alana. Seutuhnya. "Sialan! Kau tidak bisa kuharapkan!" Kirei menggebrak meja dan Ara terlonjak, kaget dengan emosi yang meledak-ledak Kirei di depannya. Wanita paruh baya itu sangat berambisi dengan menjadikan Akira boneka selamanya. Bonekanya satu-satunya yang ada di bawah kakinya. Akira tidak boleh lepas darinya. "Pergi kau dari sini." Kirei mendesis mengusir Ara yang tertatih-tatih berjalan keluar dari ruang tamu mansion mewah milik Kirei. Wanita itu menggeram parau, menegak alkohol di atas meja dan meringis, membayangkan bagaimana Akira yang keras kepala karena Alana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN