*** “KAK NATHAN!” teriak Alysia dengan sangat kesal. Gadis dengan rambut tergerai berantakan itu menggedor pintu kamar Nathan dengan sangat kuat sembari berteriak memanggil nama kakaknya itu. Alysia sudah berdiri selama dua puluh menit lebih di sana hanya untuk memberikan pelajaran pada Nathan karena tidak menjemputnya pulang kampus tadi. Padahal Nathan berjanji akan menjemputnya, tetapi kakaknya itu tak kunjung datang dan alhasil Alysia harus mencari kendaraan umum. Tentu saja untuk mendapatkan kendaraan umum berupa taksi diwaktu menjelang malam seperti ini sangat sulit. Untungnya seorang pria datang memberikan tumpangan gratis pada Alysia. “KAKAK!” teriak Alysia membabi buta memukul pintu itu. Napas Alysia naik turun dengan cepat, wajahnya memerah penuh emosi, serta penampilan kacaun

