*** Seminggu telah berlalu. Selama itu pula, hubungan Nathan dan Anna semakin akrab. Anna sudah terbiasa akan kehadiran Nathan di sekitarnya dan Nathan yang terbiasa selalu meluangkan waktunya untuk Anna. Setiap hari tidak pernah absen untuk menghadiri gadisnya. Hubungan akrab keduanya membuat Anya semakin kesal dan merasa geram. Gejolak emosi melingkupi hati gadis itu. Rasa iri dan tidak terima akan sikap Nathan yang berubah, membuat Anya semakin membenci Anna. Dua hari yang lalu, Anya berusaha mengalihkan perhatian Nathan agar lebih memprioritaskannya dibanding Anna. Akan tetapi, hal itu ternyata sia-sia untuk ia lakukan. Nathan lebih memprioritaskan Anna ketimbang dirinya. Anya kecewa, sedih, dan marah. Gadis itu bahkan dengan sangat berani mengancam Nathan dengan embel-embel akan mem

