*** Nathan bergegas merapikan meja kerjanya dan segera bergegas untuk pulang. Nathan tahu bahwa dirinya pulang terlalu cepat dari biasanya, tapi siapa yang peduli? Nathan adalah bos dan bos tidak ada yang boleh mengatur. Sikap arogan Nathan melingkupi hatinya, namun bagaimana pun sikap arogan itu hanya bertahan sejenak. Pria itu kembali menjadi Nathan yang ramah seperti semula. Saat melewati beberapa karyawannya, Nathan tidak sungkan untuk memberikan senyumnya. Membuat aura sekitarnya berubah menjadi positif. Nathan menatap arlojinya dan di sana menunjukkan pukul tiga sore. Pria itu beralih berbalik badan untuk menatap keempat pengawal yang sejak tadi mengikuti langkahnya dari belakang. Dalam keadaan biasa, mungkin Nathan hanya akan menganggap itu bukanlah perkara besar untuk dirinya, Na

