*** Pagi hari yang cerah dengan mentari yang bersinar terang menembus gorden kamar yang mengarah langsung ke seorang pria tampan yang tengah tertidur di ranjang empuknya. Sinar mentari ditambah dengan kicauan burung membuat pagi itu menjadi sangat indah dari pagi-pagi sebelumnya. Pria yang tertidur damai dengan senyum di bibirnya, perlahan menggeliatkan tubuhnya dan sedikit membuka matanya. Saat retina mata itu bertemu dengan cahaya mentari, pupil matanya mengecil hingga membuat sang empu meringis lalu menghalangi cahaya yang masuk ke matanya. Pria itu menatap pada jam kecil yang berada di nakas. Saat melihat di sana sudah pukul delapan pagi, akhirnya ia memilih beranjak dari tidurnya. Pria itu menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang dan melamun sebentar. Yes, i'm yours. Senyum leba

