*** Nathan sedang duduk di balkon kamarnya. Raut wajah yang berantakan dan cemas itu semakin menambah kesan seksi dalam dirinya. Namun siapa sangka jika pria itu kini tengah frustasi. Sangat frustasi bahkan segala rasa kecemasan menumpuk dalam hati. Saat siang menjelang sore tadi, kejadian tak terduga membuatnya sangat kaget dan merasa bersalah luar biasa pada Anna. Bahkan setelah ia pulang dari rumah Anya, Nathan bergegas pergi menuju apartemen Anna kembali. Perasaan bersalahnya pada Anna lebih besar dari perasaan bersalahnya pada Anya. Saat itu, tepat ketika ia mendekap erat Anya. •FLASHBACK• “Maafkan aku,” gumam Nathan sembari memeluk Anya, sahabatnya itu. “Lepaskan, Nath!” Anya terus memberontak hingga membuat Nathan frustasi, pria itu memeluk Anya lebih erat lagi. Dagunya bahk

