*** Anna kini berada di sebuah cafe bersama dengan Anya. Gadis itu menatap Anya yang duduk di depannya. Pandangan keduanya saling tertaut namun dengan suratan yang berbeda. Anna dengan wajah datar dan tatapan tajam menusuk, sedangkan Anya yang bertopang dagu sembari tersenyum menatapnya. “Katakan, jangan basa-basi.” Anna sudah terlalu jengah duduk sejak tadi tanpa melakukan apa-apa. Hari bahkan perlahan sudah menjelang sore. Langit sudah berubah menjadi sedikit memerah senja. Anna bahkan baru sadar bahwa ia menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan tadi dengan sangat lama sekitar lima jam, mungkin. Dan ditambah di sini sudah sekitar satu jam. Duduk berdua dengan perempuan nenek sihir ini, membuat Anna merasakan kepalanya panas seolah terbakar. Seorang pelayan datang menyediakan dua cang

