Julie dan Zack berjalan keluar dari studio dalam keheningan yang canggung. Zack mungkin merasa ia terlalu banyak menumpahkan perasaaannya kemarin, berbeda dari dirinya yang ia biasa. Sementara Julie, canggung tak lebih karena dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam ia mendapati fakta bahwa Zack adalah adiknya, ditambah lagi dengan Zack yang sama sekali tidak mengajaknya bicara. Sekali- kali Julie menoleh ke arah Zack yang tampak begitu fokus dengan jalan di depannya. “Ehmm...” Zack menoleh balik pada Julie. “Ya?” Julie menunduk kembali. “Kau baik- baik saja, Zack?” Zack tersentak sedikit. “Oh, ya. Tentu saja. Aku baik.” “Tapi kau sama sekali tidak bicara sejak lima belas menit yang lalu.” Zack menghembuskan napasnya. “Julie?” “Ya?” “Aku... minta maaf dengan sikap burukku,” kata

