Tak lama setelah Ellis memberinya ucapan selamat malam, Julie juga ikut ke kamar, menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur. Perasaannya sangat bahagia hari ini, meski anehnya ia juga merasa ingin berpikir dan melamun di hari jadinya yang kedua puluh lima ini. Ia banyak melamunkan tentang dirinya dan orang- orang sekitarnya, memikirkan masalahnya dan masalah mereka. Tadi saat semuanya asyik berkaraoke, Julie menarik Tony lepas dari ruang tengah tepat ketika Ellis mendapat giliran menyanyi lagi. Tony yang bingung, dengan patuh mengikuti Julie yang sudah menarik lengannya menjauh dari yang lain. “Ada apa, Jul?” tanya Tony begitu mereka berdua sampai di ruang makan. Julie berbalik, menghadapkan tubuh dan wajahnya pada Tony, menatap pria itu lekat- lekat. “Kau masih ingat pembicaraan kita

