Zack dan Bastian berjalan di malam berhawa hangat di pertengahan musim panas itu. Sesekali Zack melirik Basty yang berjalan lunglai di sampingnya. Sepertinya bocah itu kelelahan setelah menghadiri pesta Julie tadi. Ia memang sudah banyak memakan kue ulang tahun, puas berkaraoke dan tadi ditutup dengan bermain monopoli bersama. Untunglah besok hari Sabtu, jadi Zack tidak perlu mencemaskan sekolah adiknya itu. Zack kembali melirik Basty sambil tersenyum kecil, mendapati bocah itu sudah dua kali menguap dalam lima belas detik terakhir. “Kau terlalu semangat main monopoli tadi.” “Ya, mau bagaimana lagi. Di rumah aku tidak bisa main monopoli dengan Mama. Kakak juga jarang pulang, ‘kan?” Zack tersenyum sambil menaikkan alis. “Kalau Kakak tidak datang ke pesta hari ini, kau akan pulang dengan

