Bab 64 : Mencair

2019 Kata

Sudah pukul setengah tujuh. Orangtua Tony masih belum pulang, dan Tony pun baru saja menyelesaikan lagunya. Setidaknya beban berat di dadanya berkurang sedikit. Tapi, tetap saja ia masih merasa kekosongan yang ganjil. Tony masih duduk di depan piano, meraih ponselnya yang terletak di meja. Ia menatap ponsel yang masih terkunci itu, menimbang- nimbang apakah ia harus menelepon Ellis atau tidak. Ya, jika dia memang seorang pria, dia harus meminta maaf. Dia harus mengajak Ellis membicarakan masalah mereka dan menyelesaikannya baik- baik. Tok- tok. Tony melengong ke arah pintunya, dan berkata, “Ya?” Terdengar suara lembut dari arah luar, “Maaf, Tuan Muda. Dua puluh menit lagi makan malamnya akan segera siap.” “Baik, Ella. Terima kasih.” Terdengar dari arah luar suara samar langkah- langk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN