"Pagi, Ayank," sapa Arya dengan senyum mengembang. "Ih, Mas Arya apaan, sih? Jangan kenceng-kenceng, kan malu." Senja membekap mulut Arya sambil mengedar pandang, "Mas!" serunya bergegas menjauhkan tangan. Bukannya marah ketika mulutnya dibekap, Arya justru mengecupi telapak tangan Senja. Dia benar-benar pandai memanfaatkan di setiap keadaan. "Iya, kenapa?" tanya Arya santai. "Kenapa pagi-pagi udah ada di sini? Ini baru jam enam loh, Mas." Sebelumnya, Arya hanya akan mengajaknya pergi kencan dari siang sampai malam. Kekasihnya itu tidak bilang akan datang ke rumah pagi-pagi. "Aku cuman mau kasih kejutan aja dan kamu beneran terkejut, kan?" Selagi ada waktu senggang, Arya ingin menghabiskan waktunya dengan Senja sampai tak bersisa. Belum tentu nanti ke depannya dia memiliki waktu lua

