Adrian menatap sengit ke arah Sofia. Hatinya benar-benar terasa panas saat ini. Bagi Adrian, perusahaan yang saat ini sudah menjadi hak milik Sofia adalah segalanya. "Kamu benar tidak mau mengembalikan hak milikku?" tanya Adrian serius. "Tidak! Dulu itu mungkin hak milikmu, tapi sekarang sudah berbeda. Perusahaan itu sudah berpindah tangan kepadaku. Dan, orangtua kamu sendiri yang memberikannya. Jadi, berhentilah memaksaku untuk memberikan perusahaan itu!" sahut Sofia dengan santainya. "Dasar wanita mata duitan! Aku sungguh tidak menyangka jika kamu seperti ini sekarang Sofia!" ejek Adrian. Sofia menahan emosinya saat mendengar ejekan Adrian. "Mata duitan? Aku rasa itu bukan mata duitan namanya. Wanita itu realistis, aku rasa semua wanita juga memikirkan hal yang sama. Bukan hanya aku,

