Lima puluh empat

1059 Kata

Arga terus memandangi mangga muda yang ada dihadapannya. Bella yang tadinya menemaninya, kini sudah berada di dalam kamar. Arga sengaja menyuruh Bella beristirahat karena Bella mulai muntah-muntah lagi. "Hem, aku tidak suka mangga! Apalagi muda seperti ini, harus aku apakan mangga muda ini? Aduh, sudah capek-capek manjat. Digigit serangga lagi. Ini, malah disuruh makan sendiri. Nasib, nasib." batin Arga meratapi nasibnya kini. "Mak Asih," panggil Arga, yang ingin meminta bantuan. Mendengar panggilan majikannya, Mak Asih dengan cepat menghampiri Arga, yang berada di ruang makan. " Iya, Mas Arga," sahut Mak Asih. "Mak Asih, boleh minta tolong kupas mangga?" tanya Arga, memberikan mangga mudanya pada Mak Asih. Arga sudah tidak ada pilihan lain lagi, selain memakannya sendiri. "Boleh, M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN