Lima puluh tiga

1196 Kata

Arga terus memandangi mangga muda yang tergantung di atas pohon. Cukup lama Arga berada disitu, akhirnya yang punya rumah datang juga. "Alhamdulillah, pucuk dicinta ulam pun tiba," batin Arga, menghampiri pemilik rumah itu. "Permisi, Bu..." sapa Arga sopan. Merasa terpanggil, seorang wanita paruh baya memalingkan kepalanya. "Ada apa, ya?" tanyanya pada Arga. Arga langsung menyampaikan niatnya dan berharap sang pemilik rumah mau menjual atau memberinya secara cuma-cuma. "Begini Bu, apa Ibu pemilik rumah ini?" tanya Arga. Terlihat jelas, Ibu itu mengangguk tanda mengiyakan. "Alhamdulillah..." sorak Arga tanpa sadar, karena saking bahagianya. Melihat tingkah aneh pria muda dihadapannya, membuat Ibu itu menjadi heran dengan tujuan Arga ke rumahnya. "Ada apa ya, Mas? Kenapa Masnya terliha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN