Ozawara tidak menghiraukan ucapan Ragana meski jantungnya serasa ingin meledak. Ia melangkah dengan pasti seolah kata-kata Ragana tidak ada artinya baginya. Setelah keluar dari kamar putrinya, ia bergegas menutup pintu. Bersandar sejenak di daun pintu. Sepersekian detik kemudian, ia melangkah ke depan dengan langkah gontai. Tangannya senantiasa berpegangan pada dinding sampai tepat di depan pintu kamarnya Wanita itu sama sekali tidak sadar bahwa Ragana sudah keluar dari kamar Reswara dan sedang menatapnya curiga. Kemudian, Ozawara masuk ke dalam kamarnya dan terus berjalan sampai di depan kamar mandi. Namun, langkahnya masih tidak berhenti sampai tepat berada di bawah shower. Menyalakan air dingin tanpa melepas pakaian yang melekat di tubuhnya. Membiarkan air itu mendinginkan tubuh, hati,

