“Jadi, dia sudah melakukan pergerakan, huh.” Alicia de Gilbert menyesap teh chamomile sesudah membaca selembar surat dari adik bungsunya. Wanita itu menyeringai kala mata hijaunya menangkap pemandangan laut di luar jendela. Awan kelabu merajai langit, namun tidak memberikan pertanda akan menurunkan hujan. Hembusan angin asin tertangkap sekilas oleh indera penciuman Alice, dan seringainya makin lebar. Egidio, asisten Alice, berdiri di belakang nona majikannya dengan patuh. Pria itu sudah mengabdi kepada Alice selama sepuluh tahun. Pemahamannya terhadap Alice menjadi sangat tinggi. Sekarang, Alice sedang memikirkan surat yang ia terima dari Lizzy, pikir Egidio. Setelah memikirkan surat itu, Alice pasti akan memikirkan seluruh memori tentang Lizzy yang dianggap menggemaskan. Lantas diak

