Sebenarnya, Lizzy tidak memiliki masalah apa pun dari insiden tabrakan dengan Ian beberapa hari yang lalu. Tubuhnya sangat baik-baik saja, bahkan tidak ada lecet sama sekali. Yang Lizzy rasakan saat itu hanyalah sedikit nyeri dan pusing. Selebihnya, semuanya aman terkendali. Akan tetapi, Ian tetaplah Ian yang menyebalkan, tetap berpikir telah terjadi sesuatu pada diri Lizzy. “Tidak perlu, aku bisa sendi—” “Tidak, kubawakan.” Lizzy bersyukur sejadi-jadinya karena dia berangkat pagi ketika suasana akademi masih sepi. Jika tidak, para murid akan seolah kembali disuguhkan oleh pertunjukan konyol Ian dan Lizzy. Bagaimana tidak? Sedari tadi, Ian dan Lizzy sedang saling berebut tas selempang milik gadis itu. Ian beralasan tidak baik bagi Lizzy untuk membawa barang akibat dari insiden dua ha

