Jam makan siang. Seperti biasa, kantin menjadi sasaran utama para murid untuk menghabiskan jam istirahat. Selain memenuhi kebutuhan makan siang, mereka juga sering menantikan keramaian apa yang mungkin akan terjadi di kantin. Bisa saja terjadi kejadian yang mirip-mirip dengan kejadian di kantin menengah atas bulan lalu, adegan perpisahan Ian dan Lizzy. Atau mungkin sesuatu yang lebih besar dan menggemparkan dari kejadian tersebut. Tidak ada yang tahu, bukan? “Benar-benar mengerikan, tes sebentar lagi tiba, itu bukan mimpi,” keluh Lizzy sambil merenggangkan sendi lehernya yang kaku akibat dari terlalu lama berkutat pada buku selama jam pelajaran di kelas. “Yeah, apa yang kau harapkan? Tes hanyalah mimpi? Akhir-akhir ini kau imajinatif sekali,” ledek Darren membuat Lizzy sigap melancarka

