“Lihat, itulah Lady Gilbert.” “Tidakkah dia semakin hari semakin mirip dengan kakaknya?” “Sayangnya, dia masih… keterbatasan.” “Dia semakin beruntung saja karena Yang Mulia masih menyayanginya meski sudah berketerbatasan.” “Dia hanya beruntung karena Tuhan. Ah, bahkan aku tidak mengerti mengapa Tuhan memberkatinya sedemikian rupa.” “Jangan keras-keras, kau tak ingin nasibmu sial di tangan kakak-kakaknya.” Malam ini adalah malam musim dingin, menjelang hari natal, hari kelahiran Tuhan. Bagi Ophelia, hari kelahiran Tuhan juga menjadi pertanda hari kelahiran calon ratu mereka yang dinobatkan sebagai hari bersejarah pula. Di hari itu, amanat Tuhan diturunkan melalui Kepala Uskup Benedictus tentang penunjukan Ratu Ophelia pilihan-Nya. Sebuah momen bersejarah yang hanya terjadi sekal

