“Kau tampak sangat kacau, hmm, keponakanku.” Suasana hati Arthur tidak sedang bagus untuk meladeni Cecilia, bibi angkatnya. Tidak lebih bagus juga untuk meladeni segala masalah yang selama ini mampir dalam tiga tahun belakangan. Cecilia benar, dia sedang sangat kacau, kacau oleh kekalahan berkali-kali. Situasi sering mempermainkan Arthur, mulai lepas dari kendali pria itu dan itu sangat memuakkan. Arthur tidak pernah dikendalikan, dialah yang mengendalikan. Namun, akhir-akhir ini terlalu banyak yang terjadi hingga Arthur merasa pening. Rencana Arthur yang hendak mengendalikan Ophelia dan menghancurkannya tepat di depan mata Marquis, tiba-tiba saja berubah seratus delapan puluh derajat menjadi lepas dari kendali Arthur. Seluruh jalan dan rencananya nyaris berhasil dihalangi oleh dua ora

