Sedikit usaha, Lizzy menyeret kakinya untuk berpindah dari sofa ke kursi roda. Dia mendarat dengan sedikit sentakan keras. Sebuah sentakan yang sudah lama ditanggung oleh Lizzy hingga terbiasa, bahkan mungkin sampai di tingkat mati rasa. Menghela napas singkat, dia menggerakkan roda untuk mundur dari area sofa lalu mengarahkannya berjalan ke balkon. Cuaca pada siang hari ini mendukung untuk dinikmati dengan bercengkerama. Jadi, Lizzy melakukannya. Membawa novel Sherlock Holmes di pangkuan, Lizzy menghentikan kursi roda di dekat pagar balkon. Di bawah sana terdapat hamparan taman yang tersampul oleh tumpukan salju. Namun tidak berantakan berkat kerja keras para tukang kebun. Taman itu masih nyaman untuk dipandang selama berjam-jam, walau tidak secantik dan senyaman taman Istana Ratu. Tama

