BAB 215

2870 Kata

“Aku tidak mengerti.” “Apa?” “Apa bagusnya pria Swiss itu?” Theo mendengus. “Kerjaannya hanya menjilat uang dari hasil membunuh, tidak ada seninya sama sekali.” Alice melirik, kerutan kesal menghiasi wajah cantiknya. “Lalu, apa bedanya dengan Genife yang memonopoli narkotika dan rempah-rempah dari China untuk kepentingan pribadi?” Theo mendecak, malas memulai perdebatan dengan kakak perempuannya. Dia menenggak vodka secara acuh sesudah membuang muka dari Alice, membuat wanita itu mendengus dan kembali melukis kukunya dengan cat hitam. Keheningan dan kegelapan ruang billiar di kediaman Gilbert menyelimuti mereka. Tak ada komplain, mereka terbiasa tinggal di kegelapan. Tangan kanannya menggerakkan gelas, membuat vodka di dalamnya mengalir teratur melingkari isi gelas. Sementara itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN