Di bawah langit malam Ibu Kota Jakarta, sebuah mobil berwarna hitam melaju dengan kecepatan tinggi yang diikuti dua mobil sport di belakangnya. Jalanan memang cukup lenggang hingga ketiga mobil itu terus kejar-kejaran, nyaris seperti balapan liar. Tatapan Ravindra terus memperhatikan keadaan sekitar, menunggu waktu yang tepat untuk mengelabui mereka. Salah satu pria yang tengah mengejarnya adalah Eric, kakak Silvia. Pria itu sudah dipastikan salah paham melihat kebersamaan Ravindra dan Agnia. Tidak masalah jika saja pria itu sendirian, masalahnya dia bersama teman-temannya. Bukan pengecut, Ravindra hanya tak ingin Agnia merasa tertekan hingga ia memilih melarikan diri. Agnia yang ikut terlibat pada situasi berbahaya itu tentu sangat ketakutan. Gemetar pada tubuhnya tak bisa dikendalikan

