18.

700 Kata

Pada malam hari bel rumah Wika berbunyi, dengan cepat Wika berlari untuk membuka pintu rumahnya. Disana Pras berdiri dengan penampilan yang sedikit kusut tak seperti penampilannya pagi tadi. Wika menyapa Pras sekadar basa-basi dan Pras pun membalas sapaan basa-basi Wika sekedarnya. Membuka pintu lebar dan segera menyingkir demi memberi jalan untuk Pras masuk ke rumahnya. "Dimana Vania?" tanya Pras celingukan mencari keberadaan sang anak. "Vania tidur di kamarku," sahut Wika berjalan menaiki anak tangga menuju lantai atas dimana kamarnya berada. Pras mengikuti Wika, tidak, lebih tepatnya mengekori langkah gadis itu dari belakang. Wika membuka pintu kamarnya lebar dan masuk ke dalam, di susul Pras yang juga ikut masuk ke dalam kamarnya. Pras tercengang ketika melihat kamar Wika, isi d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN