52.

834 Kata

Suasana hening untuk beberapa saat sebelum tawa kecil Pak Dayu dan Bu Asti meledak. Pras nampak menelan ludahnya kasar ketika beberapa menit yang lalu ia telah selesai mengutarakan maksud dan tujuannya ke rumah Wika. Jujur, betapa gugupnya Pras saat ia mengatakan ingin melamar Wika pada kedua orang tuanya. Meskipun Bu Asti dan Pak Dayu sudah tahu dengan maksud ke datangan Pras, tetap saja mereka ingin melihat sosok jantan itu mengatakan langsung niatnya agar Wika merasa tersanjung dan merasa spesial karena Pras menginginkannya, mencintainya. "Jadi?" tanya Pak Dayu menatap ke semua orang secara bergantian. "Pasang cincin!" seruan Bu Asti. "Setuju!" sahut Sofi dan Vania kompak begitu gembiranya. Wika dan Pras hanya saling pandang saat mendapati serangan ke empat orang itu. Sofi yang ge

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN