53.

675 Kata

Pras nyengir ketika Sofi menatap garang ke arahnya, setelah insiden Pras yang mencium bibir Wika tiba-tiba tepat di hadapan mereka semua. Tentu saja Sofi memekik saking kagetnya sebab ada bocah di bawah umur yang belum pantas untuk menonton hal seperti itu. Syukurlah Sofi tepat waktu dalam bertindak dengan gerakan cepat ia langsung menutupi kedua mata Vania dengan telapak tangannya. Dengan polosnya Vania berusaha menepiskan tangan Sofi yang menutupi wajahnya sembari bertanya. "Kenapa papa mencium bibir kakak cantik, Tante?" Saat itulah Sofi langsung mengeluarkan jeritan halilintarnya, sementara orang yang di jeritkan namanya itu hanya cengar-cengir saja dan itu semakin membuat Sofi kesal. "Bagaimana bisa kakak kelupaan gitu?" tanya Sofi pada Pras yang duduk di sofa ruang tamu mereka.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN