Pras menahan kekesalannya pada sang adik, Sofi. Barusan tadi pagi-pagi sekali Sofi menghubungi Pras, dan mengatakan padanya jika ia dan Vania akan lebih sedikit lama tinggal di rumah orang tuanya. Selain Vania yang masih betah tinggal di rumah oma-opanya. Ternyata Vania masih sedikit kesal dengan sikap Pras terakhir kalinya sebelum ia pergi ke rumah oma-opanya. Bagaimana Pras yang melarang keras Vania untuk tak menemui Wika sekeluarga. Sofi hanya bisa tertawa di seberang telepon saat mendengar suara kakaknya yang menggeram kesal. Pastilah kakaknya itu merasa kesepian di tinggal sendirian, tanpa ada Vania dan celotehannya. Pras memilih tak mau larut dalam kerinduannya pada sang anak. Toh, hari ini juga setelah selesai mengajar ia bisa pergi ke rumah orang tuanya. Pras melangkahkan kaki

