Maaf, karena membuatmu menderita. Aku janji akan membuatmu bahagia. *** Roni berusaha bercerita dengan cepat, karena takut bel masuk berbunyi sebelum ceritanya selesai. Untung saja Roni berhasil. Setelah ceritanya selesai, bel masuk pun baru berbunyi. “Gimana? Lo pasti nggak bisa percaya juga, kan?” Roni bangkit berdiri. “Ra? Kenapa diem aja? Ayo, udah bel.” “Roni … gue harus gimana?” Nara mengangkat wajahnya sambil memandang Roni. Mata Nara sudah berkaca-kaca, dan saat cewek itu berkedip, air mata mulai membasahi pipinya. “Gue takut.” Roni dengan cepat berpindah posisi dan duduk di samping Nara. “Lo kenapa nangis? Apa yang lo takutin? Kakek itu pasti cuma ngerjain gue, Ra.” Nara menggeleng, berusaha menghapus air m

