Terkadang, tidak mengetahui apa-apa lebih baik dibanding mengetahui segalanya. *** “Ron, apa lo marah sama gue?” Nara menghampiri Roni di kantin. Deeka sedang dipanggil oleh senior untuk membahas lomba futsal, jadi Nara menggunakan kesempatan itu untuk bicara berdua dengan Roni. Tunggu, walau Deeka tahu, dia tidak akan cemburu, kan? Roni seharusnya tidak menyukai Nara seperti dulu, karena Nara merasa sudah cukup menjaga jarak dengannya. Ia jauh lebih sering bersama Deeka. Ia belum pernah mengobrol lama bersama Roni, jadi seharusnya Roni menganggap Nara teman biasa. Iya, kan? Jika dia ternyata tetap menyukai Nara, sungguh … Nara merasa itu sangat aneh. Kenapa? Kenapa harus Nara? Bukannya Nara membenci Roni. Tapi, ia hanya tidak ingin persahabatannya

