Angga tersenyum saat menerima pesan singkat dari geraldi yang sangat menggelikan menurutnya,namun senyumnya memudar saat ia melihat ana yang berdiri didepan pintu kamarnya. “Ada apa?”tanya angga dengan nada ketusnya. Ana berjalan menghampiri angga yang duduk bersila diatas ranjangnya”bantu aku ko?” “Apa?”angga masih tetap memainkan layar poselnya tanpa mau memandang kearah ana yang sudah duduk disampingnya. “Bantu aku mendapatkan geraldi” Angga menggenggam kuat ponselnya hingga layar ponsel berubah menjadi putih polos akibat genggamannya yang terlalu kuat. Ana memegang lengan angga saat melihat tangan kakaknya menekan kuat layar ponsel yang dipegangnya. “Lepaskan tanganmu”angga menepis tangan ana yang memegang lengannya. “ko..”ana menggeram kesal dan berniat meluapkan kemara

