bc

Mau Dibawa Kemana??

book_age16+
0
IKUTI
1K
BACA
comedy
like
intro-logo
Uraian

Menceritakan seorang perempuan yang selalu bertanya-tanya pada kekasihnya tentang hubungan mereka yang akan mau dibawa kemana.

Titah adalah kekasih dari Irfandi yang selalu bertanya pada Irfandi tentang hubungan mereka berdua, tak beberapa lama kemudian Irfandi pun melamar dan menikahi Titah.

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1
Kisah ini dimulai dari Titah dan Irfandi yang pernah satu sekolah dan saling ejek satu sama lain. Lima tahun yang lalu.. Jakarta SMA Garuda Di lapangan sekolah.. "Alhamdulillah hari ini olahraga nya sudah selesai, tinggal ke kantin doang deh", kata Titah. "Fandi", kata Arfan. "Apa fan ?", tanya Irfandi. "Itu ayang mu, hehe", jawab Arfan. "Sapa ta fan ?", tanya Irfandi lagi. "Titah, Fandi", jawab Arfan lagi. "Apa Titah!!", seru Irfandi. "Iya hehe..", kata Arfan lagi. "Ih..", sambung Irfandi. "Eh Arfan, kamu bilang si pesek ini ayang ku, ih ogah", kata Irfandi di depan Titah dan Arfan. "Eh kamu kira saya ini mau dengan kamu apa!!, ih sama saya ogah dengan anak emak haha", sambung Titah di Irfandi dan Arfan. "Pesek, hidungnya gak ada haha", kata Irfandi yang mengejek Titah. "Anak emak, kemana-mana selalu bersama dengan emaknya haha", sambung Titah yang mengejek Irfandi. Setelah lulus sekolah Irfandi pindah ke purwokerto, melanjutkan kuliahnya, sedangkan Titah kuliah di Arab Saudi dan tinggal bersama sepupunya, Lima tahun kemudian Titah dan Irfandi bertemu kembali di acara reuni sekolahnya. Lima tahun kemudian.. Purwokerto Di rumah pak Sunar Di kamar Arfan.. "Travel sudah siap belum ya untuk besok tanya Fandi saja deh, eh tunggu tapi dia dimana ya, coba w******p dia saja deh", kata Arfan. Percakapan Arfan dan Irfandi lewat w******p. "Fandi", kata Arfan. "Ya fan, ngapa ?", tanya Irfandi. "Kowe nangdi ?", tanya Arfan. "Inyong neng kamar", jawab Irfandi. "Oh ngono ya wis inyong marang kamar wae ben enak ngomong e", kata Arfan lagi. "He'em", sambung Irfandi. Di kamar Irfandi.. "Ana apa ya, ngapa ya, tumben Arfan arep marang kamar inyong, iki mesti arep tanya soal tiket bus, oh iya kelalen tiket bus e durung inyong wekas", kata Irfandi. "Kebiasaan kowe, tuman", sambung Arfan. "Hehe..", Irfandi hanya tertawa. "Lah sesuk kepriwe Fandi marang jakarta munggah apa ?", tanya Arfan. "Ngapura fan, inyong bener kelalen, buru-buru tadi fan hehe", jawab Irfandi yang masih tertawa. "Lah terus sesuk kepriwe Fandi ?", tanya Arfan lagi. "Tenang serahkan karo inyong, fan", jawab Irfandi lagi. "Bener ya ?", tanya Arfan lagi. "Iya fan, hehe", jawab Irfandi yang masih tertawa. "Ya wis, yen ngono inyong arep marang kamar maning, sesuk kudu wis ana ya tiket bus e", kata Arfan lagi. "Iya Arfan", sambung Irfandi. Keesokan harinya.. Jakarta Di bandara.. "Akhirnya sampai juga di tanah air", kata Titah. "Dik", kata Luqman. "Iya mas Luqman, kenapa ?", tanya Titah. "Coba telepon bulik dan paklik, mas Luqman belum lihat soalnya", jawab Luqman. "Iya mas, tunggu pegang ini, saya ingin ambil hp", kata Titah lagi. "Oke!!", sambung Luqman. Parkiran mobil.. "Diajeng tunggu ada yang menelepon saya", kata pak Krisna. "Oh inggih kang mas, sinten ?", tanya bu Salwa. "Titah, diajeng", jawab pak Krisna. "Nggih ing entas dong kang mas, menawi mboten niki pegang, mriki hp ne kang mas kajengipun kula entas telepon saking Titah", kata bu Salwa. "Inggih diajeng, niki hpku", sambung pak Krisna. Percakapan Titah dan bu Salwa lewat telepon. "Assalamu'alaikum nduk", bu Salwa memberikan salam pada Titah. "Wa'alaikumussalam bu", Titah menjawab salam dari bu Salwa. "Punapa nduk ?", tanya bu Salwa. "Ibu ing pundi nggih , kula uga kang mas Luqman sampun ing bandara ?", tanya Titah. "Ibu ing parkiran mobil nduk, tengga sekedhap nggih", jawab bu Salwa. "Oh inggih bu", kata Titah. "Inggih sampun, assalamu'alaikum nduk", bu Salwa memberikan salam pada Titah. "Wa'alaikumussalam bu", Titah menjawab salam dari bu Salwa. Masih di bandara.. "Apa kata bulik, dik ?", tanya Luqman. "Tunggu", jawab Titah. "What does that mean ?", tanya Luqman lagi. "Mother told us both to wait here my handsome brother Luqman", jawab Titah lagi. "Oh begitu, ya sudah kita sarapan dulu yuk, kangen sekali makan masakan tanah ke lahiran nih", kata Luqman. "Oke..", sambung Titah. Purwokerto Di rumah pak Sunar Di ruang tengah.. "Kepriwe Fandi ?", tanya Arfan. "Maksute kepriwe fan ?", tanya Irfandi. "Tiket bus Fandi kepriwe aja ngomong kelalen maning ya kowe ?", tanya Arfan lagi. "Oh iya kelalen maning inyong fan, hehe", jawab Irfandi lagi. "Fandi, Irfandi.., hemmmmm", keluh Arfan. "Hehe, nglomboni deh, kiye loh fan tiket e", kata Irfandi. "Ya wis mangga mangkat, selak awan engko", sambung Arfan. "Siap fan", kata Irfandi lagi. Jakarta Di rumah pak Sunar Di meja makan.. "Pak", kata bu Ajeng. "Inggih bu, punapa ?", tanya pak Sunar. "Bapak punapa kok ningal hp kamawon saking wau, ngentosi telepon saking sinten pak emange ?", tanya bu Ajeng lagi. "Bapak saweg ngentosi telepon uga prungon saking anak-anak bu", jawab pak Sunar. "Oh..!!", seru bu Ajeng. Di bandara "Itu dia anak-anak kang mas", kata bu Salwa. "Inggih diajeng, niku anak-anak", sambung pak Krisna. "Assalamu'alaikum", Titah dan Luqman memberikan salam pada bu Salwa dan pak Krisna. "Wa'alaikumussalam", bu Salwa dan pak Krisna menjawab salam dari Titah dan Luqman. "Akhirnya kamu pulang juga nduk, ibu kangen denganmu, oh ya leh, bagaimana keadaan ibu dan juga bapak di sana ?", tanya bu Salwa. "Alhamdulillah baik bulik", jawab Luqman. "Syukur alhamdulillah", kata bu Salwa. "Oh ya pak, bu", sambung Titah. "Inggih nduk enten menapa ?", tanya pak Krisna. "Titah dan mas Luqman bawa oleh-oleh yang banyak loh untuk bapak dan ibu", jawab Titah. "Oh ya, ada titipan ibu tidak nduk ?", tanya bu Salwa lagi. "Ada dong bu, hehe", jawab Titah lagi. "Ya sudah yuk kita pulang, emmmmmmm pak", kata bu Salwa. "Inggih bu kenapa ?", tanya pak Krisna. "Biasa", jawab bu Salwa. "Tunggu bu, biar Titah Saja", kata Titah. "Kayanya ada yang kangen dengan Paijo nih, hehe", sambung Luqman. "Joya..", Titah memanggil Paijo. "Inggih siap mbak Titah", jawab Paijo. "Eh jo, sini, kamu itu ya kebiasaan suka ke lebihan", kata Titah lagi. "Kelewatan kali mbak Titah", sambung Paijo. "Nah iya itu maksud saya", kata Titah lagi. "Hemmmmm, oh ya mbak Titah, ada apa memanggil saya, apa ada yang bisa saya bantu ?", tanya Paijo. "Cute question", kata Titah. "Haaaaa", Paijo tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Titah. "Artinya pertanyaan cakep", jawab Luqman yang mewakili jawaban Titah. "Thank you brother for translating it to Paijo", kata Titah lagi. "You are welcome my sister", sambung Luqman. "Oh ya jo, tolong dong bawain ya koperku ke mobil", jawab Titah. "Oh iya siap dan beres mbak Titah", kata Paijo. Di rumah pak Sunar Di ruang tv.. "Pak, bapak masih menunggu telepon dari anak-anak ya ?", tanya bu Ajeng. "Inggih bu", jawab pak Sunar. "Sabar ya pak, mungkin tidak ada signal atau mungkin saja anak-anak masih di jalan", kata bu Ajeng. "Inggih bu, bapak tunggu sampai nanti malam atau besok saja, sekarang bapak ingin keluar sebentar ya bu", sambung pak Sunar.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.7K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.5K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.8K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
60.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook