Setelah pertanyaan bodoh keluar dari bibirku dengan lancarnya tanpa hambatan bagaikan jalan tol, aku dan Erlanda hanya diam saja. Tapi tetap saja rasa penasaran menggerogoti pikiranku aku ingin tahu jawaban dari pertanyaan ku sebelumnya. Tapi nasi sudah jadi bubur suasana berubah menjadi canggung, aku dan Erlanda diam tanpa ada satupun yang berniat membuka suara, pikiranku berkelana mengenai apa yang akan aku katakana selanjutnya agar bisa mencairkan suasana. Kemudian terdengar suara pintu di tutup ku yakin itu Bu Hana, untung saja bu Hana pulang di waktu yang tepat jika entah seperti apa suasana di sini. “Sepertinya ibu sudah pulang” ujarku Erlanda kemudian berdiri tepat saat Erlanda akan melangkah Bu Hana tiba di ambang pintu “Ini Tyl baju kamu, mau ganti disini atau di kamar mandi

