Keyla tidak bisa menahan perasaannya yang ingin meloncat keluar melihat seorang Shiden yang hampir sempurna di hadapannya. Kontak fisik seperti bersalamannya saja bisa membuatnya meleleh di tempat. Bahkan ia sekarang sedang membayangkan menjadi seorang Tylisia yang dipeluk oleh Shiden. Keyla ingin berteriak detik ini juga. Sosok Shiden bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan, dan bertemu Shiden bagaikan doanya yang selama ini ia panjatkan dikabulkan oleh tuhan. “Tuhan terimakasih sudah mempertemukan hambamu ini dengan sosok yang ada di depan ini” Keyla tak henti hentinya bersyukur di dalam hati. Tuhan tak pernah salah dalam memberi nikmat kepada hambanya, nikmat tuhan mana yang kamu dustai. Sosok Shiden mampu membuat Keyla sudah berimajinasi mengenai masa depannya dengan Shiden. Angga

