0.94

2325 Kata

Erlanda telah sampai di rumahnya, tapi hanya seorang diri membuat Bu Hana heran. Dengan cepat Bu Hana bertanya kepada anaknya itu “Loh kok kamu sendirian Er, yang lain mana?” Erlanda hanya mengedikkan bahunya tampak acuh, membuat ibunya semakin bingung kenapa anaknya kembali dalam keadaan bad mood. “Kamu kenapa?” Tanya Bu Hana Erlanda masih saja diam, ia lebih dahulu duduk di meja makan ia kini benar benar tak ada keinginan menjawab perkataan Bu Hana. Melihat anaknya yang tampak agak kesal, membuat Bu Hana hanya bisa diam. Ia tahu bagaimana anaknya di saat ia benar benar sedang kesal dan marah yaitu dengan membiarkan dia diam hingga suasana hatinya membaik. Bu Hana berinisiatif untuk memberikan anaknya segelas air minum, Erlanda dengan cepat meneguknya hingga tak bersisa setetes pun,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN