0.73

1047 Kata

Kini Erlanda dan Divandra sudah berada di dalam mobil sejak tadi tak ada yang berbicara, Erlanda yang dibangku supir pun tak juga menjalankan mobil. Mereka masih di parkiran sekolah. Hampir setengah jam mereka hanya diam saja sibuk dengan pikiran masing-masing. Hanya helaan nafas yang terdengar. Erlanda membuka suara duluan, ia muak harus terjebak dalam keadaan canggung seperti ini. “Gue” ucapan Erlanda tergantung di udara ia memberikan jeda dengan kalimat yang akan selanjutnya ia ucapkan. Divandra memasang telinganya tampak penasaran dengan apa kalimat Erlanda selanjutnya, tapi ia masih berpura-pura tak tertarik sebab Ia masih sedikit marah dengan Erlanda karena kejadian tadi. Menyebalkan, itu satu kalimat yang bisa menggambarkan Erlanda di mata Divandra kini. Erlanda mengatakan se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN