0.86

1136 Kata

“Lo jujur dengan gue Den, lo kenapa?” tanya Daffa ia merasa sebagai teman ia seharusnya lebih mengetahui keadaan temannya apalagi ia dan Shiden sudah berteman cukup lama. Shiden enggan mengungkapkan apa yang terjadi dan apa yang sedang ia rasakan. “Nggak gue nggak apa apa, lagi pengen belanja aja” ucapnya bohong dan langsung berjalan menuju kasir meninggalkan Daffa yang buru buru mengikuti Shiden. “Lah lo main cabut aja, tunggu gue ya elah!” Shiden dan Daffa berbaris menunggu antrean yang cukup panjang di kasir, walaupun store ini terkenal dengan baju dan kaosnya yang mahal tetapi masih banyak juga yang belanja, membuktikan bahwa banyak orang kaya yang tidak tahu kemana mau menghabiskan uang seperti keduanya. “Biar gue aja yang bayar Den” ujar Daffa saat giliran mereka membayar akan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN