Bu Hana mencari senter di dalam lemari dan tentu saja Choki masih mengikuti Bu Hana kemanapun Bu Hana pergi. “Nah ini dia senternya, ayo Chok!” ajak Bu Hana kepada Choki yang masih setia berdiri di belakang Bu Hana. “Iya bu ayo, Ibu duluan ya biar Choki di belakang” mau tak mau Bu Hana melangkah lebih dahulu menuju ke halaman belakang mereka melewati pintu depan lalu ke arah belakang. Tak lupa Bu Hana menyalakan senter yang ada di genggamannya. Suasananya memang sangat gelap karena rumah Bu Hana memiliki halaman belakang yang cukup luas tetapi tidak ada penerangan sama sekali. Pohon jambu yang dimaksud dengan Erlanda bisa terlihat dari sini, dengan ukuran pohon jambunya yang cukup besar membuat siapapun bisa melihat dengan jelas. Kali ini bukan musim pohonnya untuk berbuah jadi ta

