Bu Hana tertawa mendengar pertanyaan polos yang diajukan oleh anak laki lakinya itu, terkadang Erlanda memang suka cemburu dengan hal hal kecil. “Lah kan Choki anak ibu juga ya wajarlah” sambil mengusap kepala Choki pelan karena Choki berada tepat di sebelahnya. Choki yang diperlakukan seperti itu pun hanya tersenyum sangat manis demi memanas manasi Erlanda. Erlanda menghela nafas kasar “Dasar ngerepotin aja!” “Er nggak noleh gitu” sergah ibunya cepat semakin membuat Choki berada di atas angin, berkebalikan dengan Erlanda yang semakin mengerucutkan bibirnya tak terima dengan perlakuan ibunya terhadap sahabtnya itu. Erlanda kemudian menarik kurssi yang tepat berada di seberang Choki, ia mendudukkan dirinya kasar. Matanya memandang lurus menatap Choki yang sibuk memakan bakwan yang dib

