"Kakak! Kak Doni!" teriak Dita tanpa melepas helm Hello Kitty yang berada di kepalanya. “Aduh, Non! Hati-hati!” Bi Sumi bahkan berteriak saat melihat Nona muda di rumah itu berlari menaiki anak tangga dan pelan tapi pasti, pembantu yang sudah berumur tiga puluh itu mengikuti langkah kaki Dita ke atas. “Aneh ini. Kok Dita sama Mas Doni ini kayak orang pacaran aja ya? Kata Ibu Sarah kan Mas Doni ini anak kandungnya Pak Tama. Terus juga kata Ibu lagi Non Dita ini anak kandung dia, cuma Bapaknya bukan Pak Tama. Lha! Harusnya, kan, nggak boleh macam-macam toh? Terus ini?” gumam Bi Sumi berhenti di tengah undakan anak tangga. Sementara itu, Dita sudah sampai di dalam kamar Doni, dan langsung berlari membanting dirinya di atas tempat tidur. Tempat di mana Doni ternyata baru saja terlelap

