"Pa ...." "Hem ...." “Masih marah sama Mama?” “Nggak. Papa capek aja.” “Ya, udah. Sini tidur bareng Mama di sini,” ucap Sarah menepuk sisi brankar rumah sakit yang ia tempati. “Nggak usah, Ma. Papa tidur di sofa aj—” “Tapi Mama mau tanya tentang nomor ponselnya Doni yang baru, Pa. Gimana, sih?” kesal Sarah langsung membalikkan tubuhnya ke arah tembok. Aditama hanya bisa menghela napas berat dan menghampiri brankar sang Istri. “Doni itu sudah lama banget nggak pernah hubungi Papa, Ma. Yang ada di handphone Papa ini nomor ponselnya lama. Sudah ratusan bahkan mungkin ribuan kali Papa menghubungi dia, tapi tetap saja nomor itu tidak aktif,” jelas Aditama. “Terus gimana dong? Papa harus tanggung jawab sama Dita. Harusnya lima tahun lalu waktu mereka ketahuan itu, kan, Papa bi

