Bab 22

1104 Kata
Lauren membuka mata! Tak ada lagi Romeo di sampingnya. Lauren tersenyum simpul karena mengingat apa yang terjadi malam tadi. Tak pernah dia sedekat itu secara baik-baik bersama Romeo. Biasanya Romeo selalu memaksa dan berbuat semaunya. Tok tok, “Lauren, kita akan perusahaan! Bersiaplah.. aku tunggu satu jam lagi di meja makan! Kalau terlambat aku akan,” Wanita itu mengerutkan keningnya! “Akan apa?” “Memperkosamu,” jawabnya sambil terkekeh. Lauren menyilangkan tangan di dadanya! “Ah, aku pikir otak m***m itu sudah pergi,.ternyata masih di sana,” Mendengar itu Romeo hanya tersenyum tipis! “Aku pergi Lauren,” “Lucu sekali dia,” Lauren terkekeh sendiri, Setelah bersiap Lauren segera menyusul Romeo. Rok span dengan kemeja tangan panjang, dengan tiga kancing terbuka membuat Lauren terlihat sangat seksi dengan tubuh bak model yang dia miliki. Dengan sangat santai Lauren langsung duduk di pangkuan Romeo dan mencium singkat bibir pria itu, kemudian beranjak pergi menuju kursinya sendiri. Dia tampaknya tak peduli dengan apa yang Romeo rasakan! benda menegang dan jantung berdebar hebat. Romeo meminum air mineral yang ada di hadapannya dengan sekali teguk. Semua itu tak lepas dari pandangan Eon Goroses dan Katie yang berada di meja makan yang sama. Romeo mendekat pada Lauren yang sibuk mengambil roti dan selai kacang di hadapannya. “Kau pakai merah bebeh,”bisiknya pelan sambil mencium pakaian dalam wanita itu. Dalam hati Lauren mengumpat berkali-kali karena Romeo yang mencuri kesempatan sejadi-jadinya. Tapi kelihatannya semua ini sangat tepat untuk Katie! Lihatlah wajah wanita itu! Dia seperti ingin memakan hidup-hidup Lauren. Romeo mengambil tangan Lauren yang bebas dan mengarahkan pada benda pria itu! Mata Lauren menatap ke arah Romeo dengan sensual! Jujur saja saat itu Romeo siap untuk mati dalam gairah yang meluap. Dia menyanggah dagu dengan tangan kiri! “Apa kau punya waktu bercinta denganku sebelum kita sampai di perusahaan?” ASTAGA, di dalam perut Romeo seperti banyak kembang api yang meletup-letup saat ini. Romeo kehilangan kesadaran! Dia meraih bibir merah Lauren dengan lembut, memanggut erotis! Perlahan, dia melumat dan mengulum bibir bawah Lauren dan di lanjutakan bibir bawahnya. Panas, Situasi sudah tak terbaca lagi! Tubuh Katie bergetar, dia tak bisa bergerak dari tempat duduknya untuk menusuk adegan menjijikkan di hadapan matanya saat ini. Bahkan Katie tidak bisa bernapas dengan normal karena jantungnya tak henti berdebar, BRAK! Katie memukul meja dengan kuat! “Menjijikkan,” umpat wanita itu sambil melempar sendok ke arah Lauren! Dia berdiri dan pergi! Eon Goroses pun segera menyusul, Pria itu terus memanggil nama Katie tapi tak di toleh sama sekali, "Katie..." dia mendapat tangan wanita itu. “Apa yang terjadi padamu? Mereka akan menikah sebentar lagi! Lauren itu orang barat, baginya melakukan hal itu tak tabu, “Apa?” Katie mendorong tubuh Eon Goroses sangat keras, Eon Goroses menatap heran wajah Lauren yang sangat marah! “Apa yang membuatmu begitu marah,? aku dan kau juga melakukan hal yang sama ! padahal kita sama sekali tak memiliki hubungan apapun.” Eon Goroses menatap mata Katie. “Apa kau tak suka dengan Lauren,? dia wanita yang baik untuk jadi kakak iparmu! Aku yakin semua akan berjalan lancar jika kau membuat dia berada di pihakmu,” Katie kesal sekali mendengar penyataan pria yang ada di hadapannya saat ini. “Aku tak suka dia karena aku tahu dia hanya mengincar harta keluarga saja! Dan aku pernah mendengar dia bebicara di telepon pada keluarganya agar Romeo mengirimkan uang, aku tidak mungkin membiarkan keluargaku di gigit olehnya.” Eon Goroses mengerutkan keningnya, “Really?” “Ya, untuk apa aku bohong! Itu bukan kebiasaan dalam hidupku,” “Jika itu benar terjadi! Lauren wanita yang sangat mengerikan, aku tak percaya dia menyimpan hati yang kotor seperti itu,” Katie berjalan maju menatap Eon Goroses! “Terserah kau mau percaya atau tidak! Yang jelas aku sangat khawatir dengan keluarga ini! Aku akan berusaha mengusir ular gila itu hingga di tak bisa kembali lagi,” jawabnya. Eon Goroses tak bisa berkata apapun lagi karena Katie sudah berlalu pergi dengan mobilnya. Karena rasa khawatir yang luar biasa, Eon Goroses pun berjalan cepat menuju mobil yang biasa dia gunakan dan mengikuti Katie. Di meja makan sendiri, Romeo masih memanggut Lauren dengan nafsu yang luar biasa! Decapan pria itu terdengar dengan jelas mengisi ruang kosong! Tak ada pelayan yang berani mengintip ataupun mendengar suara mereka. Tangan Romeo dengan cepat membuka setiap kancing pakaian Lauren. Dia mengeyampingkan pakaian dalam Lauren dan menangkup buah dadanya! Pria itu menghisap nikmat, “Stop Romeo, mereka sudah pergi, ah, kau mencuri kesempatan, ah, Romeo, akh,.” Lauren tak bisa berhenti mendesah karena Romeo melakukannya dengan sangat menikmati. “Mereka masih mengintip kita! Aku mohon bekerja samalah,” jawab Romeo yang sesekali mendesah karena gairah pada bagian bawah miliknya sangat luar biasa. Lauren memejamkan mata! Rasa geli menggerayangi di sekujur tubuh wanita itu! Tangan Lauren masih menggantung di leher Romeo! Hingga pria itu memiliki akses penuh menuju milik Lauren. “Akh,” Lauren terpekik! Dia terkejut saat diantara kedua kakinya terasa sesuatu yang panas dan keras seperti batu. Romeo melakukan dengan sangat cepat! Dia menyelipkan bendanya pada bagian intim tersebut hingga Lauren tercicit. “Lauren, Lauren,” semua nada yang keluar dari mulut Romeo sangat erotis. “Romeo, lepaskan aku! Aku tidak ingin kembali ke kamar mandi! Aku tidak bisa, kita harus ke perusahaanmu, bukan,?” Seolah tak peduli dengan apa yang terjadi! Romeo mengerang dan terus menggoyangkan perlahan paha Lauren sambil menyesap nikmat buah d**a yang sudah bengkak di bagian ujungnya. “Sedikit lagi,” jawabnya. “Tidak Romeo, aku tidak mau masuk ke kamar mandi lagi! Lepaskan aku! Aku tidak bisa,” Lauren memberontak dan itu membuat benda yang sedang berpesta semakin menikmati. “Oh Lauren,” CROT, “Ah,.” Wanita itu memejamkan matanya dengan erat! “Ah, kau benar-benar b******k! Kau melakukan ini padaku, ah,” Lauren mengeluh melihat dirinya yang kini sudah tak berbentuk lagi. Romeo menyandarkan diri pada kursi! benda itu masih mengacung dan Lauren tak ingin lebih lama di sana, “Apa kau ingin sesi kedua,?” “b******k!” umpat Lauren sambil berlari menuju anak tangga dan segera masuk ke dalam kamarnya. BRAK, pintu di banting olehnya. Tubuh Lauren melorot sampai ke bawah lantai saat dia menyandarkan diri di balik pintu. Wanita itu memegang dadanya dengan erat. Jantungnya semakin cepat hingga dia tak bisa bernapas dengan benar. Dengan rasa malas dan kesal yang menumpuk! Lauren pun masuk ke dalam kamar mandi. Hah,. hah, napasnya masih tersengal! Lauren menenggelamkan wajahnya pada bathtub. Dia butuh udara segar! INI SANGAT NIKMAT, tanpa sadar Lauren bergumam. Sedangkan di ruang makan! Romeo yang masih bersandar tersenyum penuh arti. “Pagi yang sangat cerah,” ucapnya dengan senyum lebar.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN