Bab 23

999 Kata
"Kenapa melihatku seperti itu? Aku sangat tidak nyaman dengan sikapmu," "Cih, kau sangat percaya diri rupanya! Aku melihat layar di belakangmu," Jawablah Sharoon sambil menyunggingkan senyum. Eon Goroses menoleh ke belakang dan menggosok lehernya dengan tangan karena merasa malu. Mereka melakukan rapat dengan beberapa orang! Eon Goroses sebagai pemimpin perusahaan pendukung berusaha bersikap ramah. Dia ingin mengajak makan siang sama peserta rapat hari ini. Dari semua orang hanya 1 saja yang menolak, siapa lagi kalau bukan Sharoon. "Maaf aku harus kembali ke perusahaan! Disana begitu banyak pekerjaan yang menumpuk dan aku tak bisa membiarkannya," "Semua orang punya pekerjaan yang menumpuk Nona, Bukankah makan siang kita akan membuat hubungan semakin membaik," "Maaf Tuan, saya tidak mencari profesional pekerjaan dengan cara seperti ini, Maaf semua saya permisi!" Jawab Wanita itu dengan angkuh. Rasanya Eon Goroses ingin mengumpat melihat wanita yang sombong. Pria itu tahu boleh Sharoon adalah wanita yang cerdas. Tapi dia terlalu angkuh untuk mendapatkan sebuah pujian. "Biasanya Nona Sharoon tidak seperti ini! Apa beliau punya dendam pribadi dengan Anda Tuan?" Goda salah satu wakil dari perusahaan lain. 'Apa kau sangat dendam denganku hingga melakukan ini? b******k! Wanita sialan,' umpatnya kesal dalam hati. Sharoon tidak berbohong sama sekali dengan kondisinya. Pekerjaan memang sangat menumpuk dan dia tidak bisa menghindari itu. Jumlah karyawan di perusahaan belumlah banyak, Dari beberapa pekerjaan digabungkan hingga 1 orang memiliki tanggung jawab yang lebih. "Katie," Ucap Sharoon yang melihat adiknya keluar dari perusahaan tersebut. "Apalagi yang kau lakukan gadis kecil? Apakah belum puas setelah melakukan semuanya?" Sharoon bergegas masuk ke dalam! Dia mencari Jors! "Hey Sharoon.." "Jors apa yang dilakukan Katie, Aku melihatnya keluar dari perusahaan," Jors tersenyum simpul! "Jangan cemaskan apapun! Katie tidak akan memprovokasiku karena aku sendiri tahu siapa dirimu, Sharoon," "Oh, Dia datang untuk menjelekkan aku, Tapi aku yakin kau tak mudah percaya, bukan?" "Kau pikir siapa aku,?" Jors menjawab semua pertanyaan Sharoon dengan santai. Padahal pria itu saat ini sedang berbohong. Dia menyetujui apa yang Katie inginkan, "Jors, aku akan kembali ke ruangan," Pria itu menganggukkan kepala tanda mengiyakan. "Ah sial!" Jos memukul meja dengan keras, "Bisa-bisanya dia datang kemari tanpa beban! Apa dia tidak berpikir semua ini akan menjadi sia-sia apabila terbongkar? Dasar wanita gila," Katie tak bisa menghentikan senyum yang terus mengembang sejak tadi bibirnya. wanita itu sangat senang karena sebentar lagi saya akan melihat pertunjukan yang bagus. "Kau akan mendapatkan ganjaran Lauren! Kau yang memulainya! Apa kau pikir semudah itu mempermainkan aku, Romeo selamanya akan menjadi milikku, Hahahaha," Dia tertawa seperti orang gila. "Ih, Aku merinding, Tolong matikan AC-nya," "Apa kau sedang tidak enak badan? Tidak mungkin hamil hanya karena aku pegang-pegang," "Uugh," Lauren memukul tangan Romeo dengan kuat hingga pria itu terpekik! "Cobalah berbicara dengan benar! Aku tidak suka dengan tingkahmu yang sembarangan mengeluarkan kalimat dari mulut ini!" Lauren menunjuk bibir Romeo dengan telunjuknya. Romeo tersenyum dan menangkap jari telunjuk Lauren dan menggigit dengan kuat, "Bagaimana bisa seluruh tubuhmu terasa manis," "Lepas," Sentak wanita tersebut. "Jangan marah begitu! Aku bisa membuatmu berantakan lagi seperti tadi," "Kau mengancamku,?" Romeo menyunggingkan senyumnya. "Ah terserah padamu saja," Hampir setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai di perusahaan keluarga Barones. Tepatnya AR company! di mana perusahaan ini menaungi beberapa perusahaan kecil lainnya. Romeo turun dari mobil, Lauren melihat wajah pria itu berubah menjadi dingin. Lauren mengerjapkan mata melihat kelakuan pria itu. 'Waw Dia hebat sekali bisa merubah wajahnya seperti saat ini,' ucap Lauren dalam hati. "Selamat siang pak," Semua orang yang berpapasan dengannya menyapa! Namun tak satupun yang dia jawab. Ting, suara lift berbunyi. Lauren akui perusahaan AR company sangat besar. Perlengkapan yang ada di dalamnya juga mewah! Bahkan mereka memiliki sebuah taman di dalam gedung! "Apa perusahaan ini lebih menarik daripada aku?" Romeo memperhatikan Lauren yang masih menatap penuh kagum. "Kau benar-benar b******k! Sejujurnya aku belum pernah bertemu dengan pria sepertimu. Lihat raut wajahmu itu, Bagaimana kau bisa merubahnya dalam waktu sepersekian detik? Coba katakan padaku dengan jelas," "Apa kau tak ingat di masa kita kuliah? Wajahku memang seperti ini sejak dulu! Hanya dengan beberapa orang saja aku bisa bersikap lembut, Mami, adik-adikku dan kamu, Lauren," "Aku,?" "Kenapa? apa kau tak suka," Ting, pintu lift kembali terbuka. Romeo kembali memasang wajah dingin. Lauren yang melihat itu hanya menggeleng saja! "Pak," Apa salah satu kepala bagian Humas, "Apa kau ingin ke ruanganku,?!" "Iya pak," Jawabnya. "Bagaimana? Apakah sudah berpisah dengan wanita itu? Aku sudah memperingatkan berulang kali! Jika kau terbukti berselingkuh, Maka perusahaan ini tak akan segan-segan untuk mengeluarkan dirimu," Lauren mengangkat alisnya! Dia sangat terkejut dengan sikap yang dilakukan Romeo. "Saya berjanji tidak akan melakukannya lagi Bos," "Baguslah kalau kamu milih untuk mempertahankan keluargamu," Mereka pun akhirnya masuk ke dalam ruangan CEO, dimana meja Romeo berada. "Bos, Silakan lihat ini," Ucapnya. Romeo memeriksa setiap lembaran di sana. "Jadi pria tua ini memasukkan beberapa orang keluarganya ke dalam perusahaan inti?" "Iya Bos, Dan lihat ini, Dalam setiap bagian diisi oleh mereka, Ini sangat mencurigakan," "Alasannya?" "Silahkan Bos lihat ini, Proyek yang berada di kepulauan serMami sudah selesai. Tapi ketika dicek di sana, tidak ditemukan sedikitpun kesalahan atau minus. Padahal kita semua sama-sama tahu! Mendirikan bangunan di sana bukanlah perkara mudah. Apalagi dengan anggaran standar." "Lalu," "Setelah saya periksa kembali! Ternyata untuk bagian lapangan, yang bertugas memeriksa bangunan tersebut adalah orang yang yang dia masukkan ke dalam perusahaan." "Apa saat ini kau sedang menuduhnya melakukan kecurangan?" "Iya Bos, Karena orang-orang saya sudah pergi ke sana! Bahan yang digunakan kan masih jauh di bawah standar. Bangunan itu bisa roboh dan membuat cidera karyawan yang bekerja di sana," Jawabnya tegas. "Waw, luar biasa sekali! apa dia ingin menjadikan perusahaan ini ladang uang?" "Bos, saya permisi," "Pergilah," jawaban pria tersebut mengibaskan tangannya. Pintu tertutup, dan Romeo mendengar suara tepuk tangan yang berasal dari Lauren, "Kau pandai sekali mengendalikan mereka," ucapnya memuji. "Jika kau tersenyum seperti itu, Aku merasa sangat berdebar-debar," Romeo meletakkan tangan di d**a dan bergerak naik turun. Lauren mendekat! "Aku tak berbohong, kau sangat oke hari ini, sepertinya ini akan menyenangkan! aku akan banyak belajar darimu, mohon terima aku jadi muridmu," Romeo mengangkat sudut bibirnya,
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN