Bab 6

1078 Kata
"Ke mana saja kau?" pertanyaan itu muncul dari mulut Eon Goroses yang melihat Sharoon sudah kembali normal. "Aku phobia terhadap laba-laba." Eon Goroses yang sudah tahu pun tersenyum tipis. "Aku tidak tahu kalau kau phobia dengan laba-laba! Mungkin ini hukum karma untukmu! Bisa saja 'kan! di waktu yang lalu, kau pernah melakukan hal yang sama pada orang lain." Sharoon memicingkan matanya menatap Eon Goroses. "Apa maksudmu? Jangan banyak bicara disaat kau seperti orang bodoh, melihat orang lain yang hilang kesadaran. Apa kau tahu itu sangat membahayakan nyawaku? Kalau kau bodoh lebih baik tidak usah banyak bicara." "Kau, Ah bisa-bisanya kau mengatakan hal kasar seperti ini. Padahal kau lahir dari keluarga berada! KONGLOMERAT! Tapi bisa bisanya semua kali panjang keluar dari mulutmu itu tidak masuk di akal." "Silakan keluar! kuharap kau tak menggangguku," "Baru saja aku mengatakannya padamu! Belum apa-apa kok sudah kumat seperti ini." Sharoon tak lagi menanggapi kalimat yang keluar dari mulut Eon Goroses. Dia hanya menganggap bedabah tersebut adalah nyamuk kecil. "b******k!" Sesampainya di kamar Eon Goroses kembali menelpon Katie. Dia menceritakan semua yang terjadi! Dua anak manusia itu tertawa terbahak-bahak.  Sedangkan Tuan Emos Barones yang mendapatkan kabar dari orang kepercayaan hanya bisa menggelengkan kepala.  "Menurutmu apa Katie tak merasa kasihan pada kakaknya?" "Menurut saya rasa cemburu sudah menghancurkan hati nona Katie. Karena secara fisik dan mental pun nona Katie memang sudah kalah dari kakaknya." "Tapi dia sudah melakukan banyak hal ekstrem! Jika kau tak mengawasi Sharoon waktu itu mungkin dia sudah tak ada hari ini! Bagaimana bisa seorang adik berniat membunuh kakaknya sendiri dengan racun seTuan Emoshanya karena sebuah gaun." "Bukankah anda sudah membawa non Katie ke psikiater Tuan?" "Tidak ada gunanya karena dia bisa berpura-pura sehat! Katie merasa tertekan karena kelebihan kakaknya! Dan gilanya dia mencintai Romeo kakak kandungnya sendiri, Zeng! Apa ini hukum karma bagiku? Dulu aku sangat b***t! Suka mempermainkan wanita," "Tuan, bukankah Papi anda juga memiliki kecenderungan gangguan mental? Oh maaf sebelumnya Tuan," "Tidak apa-apa Zeng! Itu jugalah yang menjadi pertimbangan dokter! Bahkan Papi sanggup membunuh Mamiku sendiri demi mendapatkan wanita yang dia cintai. Lalu dia bunuh diri bersama wanita yang dia cintai juga, Luar biasa sekali, bukan?" "Jadi menurut anda yang terjadi pada nona Katie masuk dalam faktor keturunan?" "Bukan aku yang mengatakan itu tapi dokter," "Memindahkan Tuan Romeo ke luar negeri adalah hal yang sangat tepat Tuan," "Menurut dokter brother compleSuster Bora itu bukan gangguan jiwa. Karena Brother compleSuster Bora bisa berarti 3 hal. Pertama adalah kecintaan yang sangat besar terhadap saudara laki-laki yang menyebabkan munculnya keinginan untuk mengikuti jejak saudara laki-lakinya dalam segala hal Kedua adalah kecintaan dan kerinduan yang sangat besar terhadap sosok saudara laki-laki yang tidak dapat teratasi (misalnya karena saudara laki-lakinya pergi jauh atau meninggal) yang menyebabkan orang tersebut mencari pasangan dengan sosok ataupun kepribadian yang serupa dengan saudara laki-lakinya Ketiga brother compleSuster Bora dikaitkan juga dengan istilah cain compleSuster Bora yang berarti kecemburuan yang amat besar terhadap saudaranya yang mengarah pada kebencian yang biasanya muncul karena perlakuan yang tidak seimbang dari orang tua. Pada dasarnya compleSuster Bora tidak sama dengan gangguan kejiwaan. Suatu masalah terkait kejiwaan akan disebut sebagai gangguan kejiwaan bila terdapat gangguan fungsi yang signifikan dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari atau dalam hubungan sosial.  Selama tidak terdapat gangguan fungsi yang signifikan brother compleSuster Bora tidak dapat dikatakan sebagai penyakit atau gangguan kejiwaan." "Hanya saja Tuan, Nona Katie sudah sangat fatal," "Ya, aku tahu itu, Aku bahkan tak menyangka sudah berapa kali Katie hampir membunuh kekasih Romeo. Bahkan Sharoon sendiri yang merupakan kembaran Romeo pun mau di habisinya," "Sebaiknya anda memberitahu Nyonya Nyonya Emanuela Tuan. Masalah sebesar uni tak baik bila terus Anda sembunyikan. "Aku tahu! Tapi Nyonya Emanuela sangat lemah dengan persoalan ini. Dia sangat menyayangi anak-anaknya! Bagaimana jika dia mengetahui semua kenyataan? Istriku akan menyalahkan dirinya sendiri. Aku tak bisa melakukannya dengan semudah itu Zeng." "Saya mengerti Tuan," Zeng melepaskan topi dan berpamitan pada Tuan Emos Barones. Dia harus pergi mengawasi kembali pergerakan Katie. "Zeng! Aku harap kau lebih waspada. Kerena Katie menggunakan Eon Goroses! Pria yang notaben memiliki Mami gila!" "Ngomong-ngomong Tuan! Nyonya Dhenia akan bebas beberapa bulan lagi." Ucapnya sebelum pergi meninggalkan Also yang sudah menegang mendengarkan kabar tersebut. "Aku rasanya sedih sekali, melihat kak Sharoon sampai dibawa ke rumah sakit seperti itu," "Tidak apa-apa dia pantas mendapatkannya! Bukankah dia juga melakukannya padamu? Bahkan dia lebih mengerikan Katie," "Terima kasih Mas sudah peduli padaku! Rasanya senang sekali jika ada yang mau melakukan apapun untuk kita," "Iya Katie, Aku senang melakukan ini untukmu, Jadi kapan kau akan menyusul kemari? Aku sangat rindu dirimu," "Saat ini aku belum bisa Mas, Karena Sharoon mengancamku bila mengikuti kalian," "Apa, Licik sekali wanita itu, Bagaimana kalau aku buat dia pulang lebih dulu." "Kalau Mas melakukan itu maka kinerja Sharoon akan menjadi buruk! Cita-citanya menduduki kursi direktur akan terancam, bukan,? Dada Eon Goroses naik turun mendengar apa yang Katie katakan! Sharoon tak pantas melarang siapapun untuk datang kemari. Tapi wanita itu sok sekali! "Aku akan membuatnya tak akan pernah menduduki kursi direktur! Bagaimana jika kau saja yang mendudukinya? Bukankah kau sendiri kuliah Bisnis," Senyum tipis terulas di bibir Katie dari seberang. "Aku bisa menjadi direktur jika kau yang memimpin perusahaan itu, Mas," "Bagaimana kalau aku meminta Papi menjadikan diri ini sebagai pimpinannya? Saham kami lebih besar di perusahaan ini, Itu setahuku," "Iya, aku juga tahu itu Mas, Dirimu sangat keren dan tampan, wajar jika menduduki kursi pimpinan. lagipula papi memiliki banyak perusahaan lain yang bisa dirinya pimpin dan kelola. Atau papi bisa di rumah saja karena beliau sudah banyak memiliki investasi di bidang lain." “Aku akan mengajukan pada Papi…” Katie kembali tersenyum di seberang telepon. Sepertinya Eon Goroses adalah orang tang tepat untuk di jadikan dirinya rekan. "Aku tutup dulu ya Mas, kabari aku kalau Sharoon sudah pergi dari sana, biar aku menyusul dan menemani dirimu tidur," jawabnya dengan nada menggoda. "Aku sangat menantikannya Katie," Eon Goroses menutup telepon tersebut dan merebahkan dirinya di ranjang! dia menginginkan Katie, dan tidak akan melepaskannya. Wanita itu sangat cocok dengan level dirinya! sangat berbeda dengan Sharoon.  Seadainya Sharoon tersangkut masalah maka tidak ada yang akan mau menjadikannya istri ku! ucap Eon Goroses dalam hati. Jadi apa yang harus aku lakukan untuk membuatnya selesai? Eon Goroses tertawa mengingat apa yang dia lakukan! "Harus ada yang di korbankan untuk mendapatkan hal yang luar biasa. Eon Goroses berada di pikirannya! sedangkan Katie sendiri menghabiskan dirinya dengan segudang khayalan terhadap Romeo kakaknya sendiri! Kapan aku bisa kembali memelukmu, kak? semua orang di rumah ini memisahkan kita! aku sangat menyayangi dirimu,
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN