Bab 40 Namun seketika itu juga mata Arsyad dibuat terbelalak. Sangat-sangat tidak percaya dengan siapa yang dia lihat. "I... I... Ika ...?" Kedua bola mata Arsyad membesar. "Apakah dia yang marketing manager yang Erland maksudkan?" "Mengapa aku baru mengetahuinya?" Kemudian sosok Ika maju ke depan dengan sedikit membungkukkan badan diiringi dengan senyuman yang begitu renyah. Senyuman itu tidak terlalu lebar, namun terkesan elegan. Kontan perilaku perempuan itu membuat segenap yang hadir di ruangan tersebut merasa segan. Termasuk di dalamnya adalah Arsyad sendiri. Sesaat kemudian, dengan dipersilahkan oleh Erland Bastian, maka Ika memberikan sambutan yang tidak terlalu panjang, namun cukup mudah untuk dipahami. Arsyad sungguh dibuat terkaget-kaget dengan kelihaian dan kepandaian

