Entah naluri atau apa, aku melangkahkan kakiku menuju ke arah dimana Fani tadi pergi. Aku bahkan tak menghiraukan proyes dari kedua sahabatku. Dengan melangkahkan kakiku sedikit lebih lebar, akhirnya aku dapat memperpendek jarak antara aku dan Fani. Aku sangat penasaran dengan tujuan yang akan dia ambil. Setauku, Fani adalah mahasiswa fakultas kesehatan yang memiliki program untuk memberi pelayanan kesehatana pada masyarakat. Tapi di sini aku melihat berjalan bukan menuju perumahan warga, tapi malah masuk ke dalam hutan yang justru aku tak melihat satu warga pun di sana dan lebih parahnya dia pergi sendiri. Aku terus berjalan membuntuti Fani. Aku benar-benar penasaran dengan tempat yang di tuju oleh Fani. Dia terlihat begitu tergesa-gesa dan sedikit kebingungan. "Ra, kita balik saja yuk,

